Patahkan Sekat

We Care, We Share, We Inspire

Patahkan Sekat

Coping Stress selama #Dirumahaja

Coping stress

oleh Rafa Yusranti Multazam, Rizki Aulia

editor Research Team

APA ITU STRESS?

Stress adalah kondisi dimana adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan atau keinginan dan kemampuan. Stress merupakan hal yang wajar dialami oleh siapa saja. Terdapat banyak hal yang dapat memicu stress (stressor). Stressor yang paling sering ditemukan yaitu tugas yang menumpuk, sulit mencari pekerjaan, kemacetan, dan Pandemi Covid-19 yang sedang dialami oleh seluruh masyarkat dunia. Sejak dikonfirmasinya kasus Covid-19 pertama di Indonesia, sebagian besar masyarakat dibuat khawatir olehnya. Untuk menekan penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan peraturan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas #DirumahAja. Kondisi ini mengharuskan kita semua untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak biasa. Kemampuan setiap orang untuk beradaptasi juga berbeda-beda, individu dengan kemampuan adaptasi yang kurang akan merasakan keadaan ini sebagai stressor baru dan akan berpengaruh terhadap aktivitas sehari-harinya.

TAKE A DEEP BREATH

IT’S JUST A BAD DAY,

NOT A BAD LIFE

COPING STRESS?

Stress yang dialami dalam waktu yang lama tentu akan menganggu kesehatan mental dan aktivitas kita sehari-hari. Nah! Agar keadaan tidak menjadi semakin parah, kita perlu melakukan coping stress. Coping stress yaitu pikiran dan perilaku yang kita gunakan untuk mengatur situasi yang menyebabkan stress (Brock, dalam Jurji, dkk, 2018). Menurut Mechanic (dalam Lazarus & Folkman, 1984) coping yang efektif memiliki banyak fungsi, seperti memotivasi, menghadapi dan mepertahankan kondisi psikologis agar dapat menyalurkan energi dan kemampuan dalam menghadapi suatu tuntutan.

Lazarus dan Folkman (1984) membagi coping strategy menjadi dua:

  • Emotion-Focused Coping (berfokus pada emosi)

Menekankan pada usaha untuk mengendalikan atau mengurangi respon negatif kita terhadap situasi yang membuat stress (stressor). Strategi coping ini biasanya digunakan ketika kita tidak dapat mengubah stressor yang ada, misalnya ketika kehilangan orang terkasih atau mengalami bencana alam.

  • Problem-Focused Coping (berfokus pada masalah)

Dilakukan untuk menghadapi atau menyelesaikan masalah yang membuat stress. Strategi coping ini biasanya digunakan ketika stressor masih dapat diubah.

TIMES OF STRESS ARE ALSO

TIMES THAT ARE SIGNALS FOR GROWTH,

AND IF WE USE IT PROPERLY,

WE CAN GROW THROUGH ADVERSITY

-Abraham Twersk

HARUS BAGAIMANA ?

Berikut ini beberapa coping stress yang bisa kita lakukan selama #DirumahAja :

  • Mencari Tahu Stressor Yang Dirasakan

Dengan mengetahui hal itu, kita dapat mencari cara untuk mengurangi atau mencegah stress. Misalnya kita terlalu cemas bahwa kita akan tertular, maka dari itu kita perlu mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan menerapkan protokol kesehatan selama pandemi. Kita juga bisa mencari tahu bagaimana cara untuk meningkatkan imunitas tubuh, karena menurut dr. Deshinta Putri Mulya, M.Sc., Sp.PD-KAI, Kepala Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 sangatlah penting (Adelayanti, 20 April, 2020).

  • Mengelola Emosi

Emosi merupakan produk dari pemikiran manusia (Corey, 2005). Sehingga untuk mengelola emosi hal awal yang harus dilakukan yaitu mengelola pikiran kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengelola pikiran, salah satunya adalah mempraktekkan mindfulness. Dikutip dari Psych Central, pengertian Mindfulness menurut Marsha lucas, Ph.D., psikolog dan penulis dari Rewire Your Brain For love adalah memusatkan perhatian secara fokus pada saat itu tanpa melakukan penilaian. Davis dan Hayes (2012) menyebutkan bahwa mindfulness memiliki banyak manfaat, antara lain; mengurangi ruminasi, menurunkan stress, meningkatkan kinerja memori, fokus, mengurangi kereaktifan, meningkatkan fleksibilitas pola pikir dan lain-lain.

  • Melakukan Hobi

Bagi sebagian orang, pembelajaran atau bekerja secara daring menyita waktu lebih banyak daripada biasanya. Tidak bisa dipungkiri hal tersebut mempengaruhi tingkat stress. Meluangkan sedikit waktu disela-sela kesibukan belajar atau bekerja secara online untuk melakukan hobi tentu akan membantu kita menurunkan stress. Memasak, melukis, bercocok tanam, membaca, dan menulis merupakan contoh hobi yang bisa dilakukan di rumah.

  • Belajar Hal Baru

Rutinitas untuk belajar dan bekerja mungkin membuat kita bosan dan stress, maka dari itu kita bisa mencoba untuk belajar hal baru yang kita minati. Kita bisa mengikuti online course di berbagai situs seperti edX.org, Skill Academy, serta pelatihan online dan webinar lain yang bisa kita temukan dengan mudah. Dengan demikian, kita dapat mengurangi rasa bosan, menurunkan stress, dan meningkatkan kualitas diri dengan tetap produktif di rumah.

  • Meminta Bantuan Profesional

Ketika merasa sudah tidak mampu menangani stress secara mandiri, maka saat itulah kita membutuhkan bantuan professional seperti psikolog atau psikiater. Kini layanan psikologi dapat dilakukan secara online dan itu tentu mempermudah kita. Pada 24 April 2020 lalu, pemerintah meluncurkan layanan konseling untuk sehat jiwa (Sejiwa) yang bisa diakses oleh semua kalangan masyarakat Indonesia dengan menghubungi hotline 119 ext 8. Hal itu merupakan kabar baik, mengingat pandemi ini memunculkan banyak permasalahan kesehatan mental pada kalangan masyarakat.

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *