Patahkan Sekat

We Care, We Share, We Inspire

Patahkan Sekat

Data terkait Kesehatan Mental di Indonesia

KENAPA HARUS KE PSIKOLOG ATAU PSIKIATER

Oleh: Rafa Yusranti Multazam, Rizki Aulia, Dinda An’nisa Younfa, Putri Hafisyah

1. TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN MENTAL DI INDONESIA

Jumlah psikiater di Indonesia menurut asumsi.co per Juni 2020 diperkirakan berjumlah 600-800 psikiater. Sedangkan jumlah psikolog klinis anggota Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia sampai 13 September 2020 yaitu sebanyak 2743, dengan jumlah paling banyak yaitu di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 550 psikolog klinis, sedangkan jumlah paling sedikit yaitu 1 psikolog klinisdi Provinsi Kalimantan Utara. Berikut peta sebaran psikologi klinis di Indonesia:

SEBARAN-DATA-GANGGUAN-JIWA-DI-INDONESIA.

Apabila dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang memiliki gangguan jiwa atau masalah kejiwaan, tentunya jumlah psikolog dan psikiater ini masih sangat sedikit loh. Apalagi jumlahnya yang tidak merata di setiap daerah dapat menghambat terciptanya masyarakat yang sejahtera secara psikologis. Bukan hanya jumlahnya yang belum memadai, ternyata tenaga profesional ini punya hambatan lain dalam melaksanakan tugasnya. Tidak lain tidak bukan, hal itu adalah STIGMA.

Apa saja ya stigma yang tumbuh di masyarakat terhadap psikolog dan psikiater?

  1. Pergi ke psikolog/psikiater = gila
  2. Pergi ke psikolog/psikiater = aib bagi diri sendiri dan keluarga
  3. Kenapa harus cerita ke psikolog kalau bisa cerita pada sahabat/keluarga?
  4. Psikolog itu bisa meramal

Stigma-stigma di atas mungkin hanya beberapa contoh saja, masih banyak stigma-stigma lain terhadap psikolog dan psikiater maupun terhadap kesehatan mental. Meskipun stigma-stigma tersebut tidak benar, tetapi sebagian kita sering mendengarnya.  Selain berdampak pada citra psikolog dan psikiater yang buruk, stigma juga berdampak pada masyarakat itu sendiri. Stigma membuat masyarakat enggan mencari bantuan dari tenaga professional.

Lalu, apa sih tugas-tugas psikolog dan psikiater? Apa keduanya sama?

  Psikolog Psikiater
Pendidikan S1 Psikologi

S2 Magister psikologi & profesi psikolog

S1 Pendidikan dokter

Spesialis kejiwaan

Definisi Menurut Phares (1992), psikologi klinis merujuk pada bidang yang membahas kajian, diagnosis, penyembuhan masalah psikologis gangguan atau tingkah laku abnormal. Psikiater atau dokter spesialis kejiwaan berkualifikasi dalam mendiagnosa aspek mental dan fisik dari gangguan psikologis (American Psyhciatric Association). Dokter spesialis kejiwaan juga bertanggung jawab menangani penyakit kronis yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien.
Cara penanganan

Klien / pasien

Memberikan asesment, diagnosa dan intervensi terhadap pemulihan aspek kesehatan mental seseorang dengan konseling atau psikoterapi. Psikiater bertanggung jawab untuk mendiagnosa gangguan mental yang dialami dan mengatur pengobatan yang sesuai karena mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimiawi dalam otak dan karena psikiater dasarnya adalah dokter mereka dapat memberi resep pengobatan (Ryback, 2016).

 

KENAPA HARUS KE PSIKOLOG ATAU PSIKIATER?

Saat kita mulai merasa bahwa ada sesuatu keadaan yang kurang nyaman pada diri kita, tentunya kita akan mencari pertolongan dari luar diri kita, yang paling mudah yaitu kepada teman atau keluarga. Namun, ada saatnya kita merasa tidak yakin atau tidak nyaman untuk bercerita kepada teman dan keluarga. Rasa cemas atau takut mungkin saja muncul. Bagaimana kalau pada saat kita bercerita tidak mendapatkan respon seperti yang kita harapkan? Rasa takut dan cemas tersebut dapat membuat kita mengurungkan niat untuk bercerita dan lebih memilih untuk memendam sendiri masalah yang dimiliki. Sikap tersebut dapat berakibat buruk apabila terjadi dalam rentan waktu yang cukup lama.

Agar kita terhindar dari rasa takut dan cemas tersebut, kita bisa datang ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pertolongan secara profesional. Bukan hanya sekedar mendengarkan cerita saja, tetapi psikolog dan psikiater juga melakukan asesmen dari cerita klien, melihat lebih dalam sebenarnya permasalahan apa yang terjadi dan sumbernya dari mana. Lebih lanjut lagi, apabila penanganan secara psikologis dirasa masih kurang, maka akan diberikan rujukan untuk ke psikiater. Selain mendapatkan penanganan secara psikologis, psikiater juga akan memberikan penanganan secara medis.

Psikolog dan psikiater telah memiliki prosedur, standar dan kode etik khusus dalam menangani kliennya. Salah satu hal penting yang dapat terhindar saat kita sudah memberanikan diri untuk datang ke profesional yaitu kemungkinan untuk melakukan self diagnose. Mungkin terdengar sangat sederhana, namun self diagnose akan sangat berdampak tidak baik karena kita hanya mengira saja tanpa dasar ilmu yang jelas.

Biarkan para profesional bekerja sesuai porsinya apa yang kita tidak mampu lakukan. Jangan takut mendapatkan stigma buruk hanya karena meminta pertolongan kepada psikolog dan psikiater. Kesehatan mental kita lebih penting dari apapun perkataan orang lain. Permasalahan yang dihadapi setiap orang berbeda – beda, maka penanganan yang akan didapatkan juga berbeda. Tingkat resiliensi dan vulnerability setiap individu juga berbeda maka pernah meremehkan permasalahan yang dihadapi oleh seseorang.

DAFTAR PUSTAKA:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *