Patahkan Sekat

We Care, We Share, We Inspire

Patahkan Sekat

MENJADI PRIBADI YANG RESILIEN

MENJADI PRIBADI YANG RESILIEN

Dalam perjalanan hidup setiap manusia pasti akan mengalami berbagai hal mulai dari hal yang menyenangkan, hingga hal yang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Untuk hal – hal baik dan menyenangkan tentu kita akan menikmatinya, namun bagaimana bila hal tersebut tidak menyenangkan ? Bisakah kita menyikapinya dengan tepat ?

Saat dihadapkan oleh hal yang tidak menyenangkan maka seseorang akan cenderung untuk berkecil hati atau bahkan menyerah. Terlebih untuk orang – orang yang hidup dengan stigma dari masyarakat, tentu hal tersebut menjadi sangat sulit. Setiap orang memiliki daya dan upaya untuk bangkit setelah jatuh. Berbagai macam cara yang dapat dilakukan.

Menurut Rojas (2015) kemampuan menghadapi tantangan atau resiliensi akan tampak ketika seseorang menghadapi pengalaman yang sulit dan tahu bagaimana menghadapi atau beradaptasi dengannya. RESILIENSI secara umum mengarah pada pola adaptasi positif selama atau sesudah menghadapi kesulitan atau resiko. Resiliensi adalah ide yang mengacu pada kapasitas sistem dinamis untuk bertahan atau pulih dari gangguan (Masten, 2007).

Gortberg (1995) menyatakan bahwa ada tiga sumber resiliensi, yaitu :

I AM

Berisi tentang sikap, kepercayaan diri dan perasaan seseorang. Resiliensi dapat ditingkatkan ketika seseorang mempunyai kekuatan yang berasal dari dalam diri sendiri seperti kepercayaan diri, sikap optimis, sikap menghargai, dan empati.

I CAN

Sesuatu yang dapat dilakukan oleh seseorang seperti kemampuan interpersonal dan memecahkan masalah.

I HAVE

Berupa dukungan yang ia miliki untuk meningkatkan resiliensi.

Apabila ketiga sumber resiliensi di atas sudah terpenuhi, maka disitulah seseorang dapat dikatakan resilien. Apabila hanya salah satu sumber saja maka belum dapat dikatakan resilien. Lalu bagaimana caranya agar ketiga sumber resiliensi diatas dapat terpenuhi ?

TIPS UNTUK MENJADI PRIBADI YANG LEBIH RESILIEN :

  1. Temukan Tujuan Hidup

Salah satu hal yang penting dimiliki ketika kamu menghadapi krisis adalah mencoba untuk memfokuskan diri dalam menemukan tujuan hidup.

  1. Percaya Diri dan Optimis Pada Kemampuanmu

Percaya lah kepada dirimu sendiri bahwa kamu mampu. Mampu untuk menyelesaikan tugasmu, mampu menjadi pribadi yang lebih baik.

  1. Bangun Support System

Memiliki orang-orang yang peduli, suportif serta kamu percayai dapat menjadi pelindungmu dikala masalah datang. Memang, menceritakan situasi sulit pada keluarga atau teman tidak membuat masalah pergi. Namun saat membagikan perasaanmu, kamu akan mendapat dukungan bahkan menemukan solusi dari permasalahanmu.

  1. Menerima Perubahan

Kamu akan lebih baik dalam merespons masalah jika kamu bisa belajar untuk mudah beradaptasi dengan perubahan. Individu yang resilien biasanya menjadikan momen sulit sebagai kesempatan untuk dapat mengembangkan dirinya.

  1. Don’t Forget to Take Care of Yourself

Ketika stres, kita akan lebih mudah untuk mengabaikan kebutuhan penting seperti makan, olahraga, bahkan tidur yang cukup. Jadi, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut ya.

  1. Aktif Mencari Solusi

Saat kamu menghadapi suatu masalah tentu saja hal yang harus dilakukan yaitu menyelesaikan masalah tersebut. Sama hal nya seperti apabila kamu sakit, maka kamu harus minum obat atau pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Apabila kamu hanya berdiam tanpa mencari solusi maka masalah yang kamu hadapi tidak akan hilang begitu saja dengan sendirinya.

DAFTAR PUSTAKA :

  • Helmi & Utami. (2017). Self-Efficacy dan Resiliensi: Sebuah Tinjauan Meta-Analisis. Buletin Psikologi Vol 25 (1) 54 – 65
  • Khairunnisa, R. (2019, 17 Juni) Menjadi Pribadi Yang Lebih Resilien Dengan 7 Cara. Diakses pada 30 September 2020 dari https://alpas.id/resilien-dengan-7-cara/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *