Pentingnya Membuat Batasan Personal (Personal Boundaries)

     Why is Setting Boundaries Important? Beberapa tahun ke belakang, narasi mengenai self-care atau self-love mulai ramai dibicarakan. Kesadaran akan pentingnya memelihara dan menyayangi diri sendiri didasari oleh banyaknya cerita penyintas kesehatan mental yang berniat untuk sembuh. Energi positif ini seakan tersebar secara meluas, terlihat dari banyaknya konten sosial media hingga seminar yang mengangkat tema tersebut. Tanpa kita sadari, ada banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk self-care, seperti menghabiskan waktu untuk diri sendiri, beristirahat dari pekerjaan, tidak menerima panggilan, sampai menentukan batasan dalam hubungan.

       Penentuan batas atau yang lebih dikenal dengan setting boundaries adalah salah satu bukti bahwa kita menyayangi diri sendiri. Mengapa? Martina Faitakis menyebutkan bahwa setting boundaries adalah membatasi segala energi dan usaha kita untuk orang lain agar dapat memprioritaskan kesehatan mental pribadi. Tujuannya adalah untuk menghormati dan menghargai diri sendiri atas usaha yang selama ini sudah dilakukan. Ada pula yang disebut dengan Personal Space Boundaries (PSB), yaitu batas antara seseorang dengan lingkungannya di mana terdapat akhir dari diri seseorang dan awal dari lingkungan eksternalnya (Stiles dan Raney, 2004).

     Batasan yang ditentukan tidak selalu berhubungan dengan orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Ketika seseorang mampu membatasi dirinya, maka dia menyadari penuh bahwa ada beberapa hal yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawabnya. Ada hal yang akan tetap terjadi, bahkan tanpa campur tangan kita. Dalam sebuah tulisan berjudul The Guide to Strong Relationship Boundaries oleh Mark Manson, disebutkan bahwa batas-batas personal yang sehat adalah ketika seseorang dapat bertanggung jawab atas perbuatan dan emosi yang dirasakannya dan tidak merasa bertanggung jawab atas perbuatan dan emosi orang lain. Apabila sudah menyadari hal tersebut, tidak akan ada orang yang akan mengambil keuntungan dari kita.

      Seseorang dapat belajar untuk peduli terhadap masalah orang lain bukan karena sebuah keharusan, tetapi keinginan. Orang yang tidak dapat menempatkan batasan pada dirinya biasanya adalah seseorang yang merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain atau yang memiliki ekspektasi bahwa orang lain akan bertanggung jawab atas apa yang dialaminya. Pemikiran-pemikiran tersebutlah yang menjadikan seseorang tidak memiliki ruang pribadi, bahkan sudah menjadi sebuah kebiasaan.

        Hal pertama yang dapat dilakukan untuk keluar dari lingkup tersebut adalah mengetahui keinginan dan kebutuhan diri sendiri. Kita akan memikirkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai hal tersebut, kemudian ditulis sebagai pengingat. Orang di sekitar kita juga perlu mengetahui batasan-batasan yang kita butuhkan, kemudian kita dapat mengkomunikasikan pada mereka agar tidak melewatinya. Boundaries adalah sesuatu yang dapat berubah seiring berjalannya waktu dan kemampuan toleransi seseorang. Apabila batasan yang sudah ditetapkan tidak dianggap penting oleh orang lain, maka perlu adanya konsekuensi yang didapat.

“You can be a good person with a kind heart and still say No.” 

  anonymous –

Sumber

Manson, M. 2017. The Guide to Strong Relationship Boundaries. Mark Manson.

    https://markmanson.net/boundaries#boundaries-are Diakses tanggal 30 Juni         2021. 

Schneider, CM. 2021. How to Set Boundaries with Family – And Stick to Them. npr.org

   https://www.npr.org/2021/01/25/960423678/how-to-set-boundaries-with-family- and-stick-to-them Diakses tanggal 30 Juni 2021.

Selva, J. 2021. How to Set Healthy Boundaries. Positive Psychology.

    https://positivepsychology.com/great-self-care-setting-healthy-boundaries/ 

Diakses tanggal 01 Juli 2021.

Stiles, A. S., & Raney, T. J. (2004). Relationships Among Personal Space Boundaries, Peer 

  Acceptance, and Peer Reputation in Adolescents. Journal of Child Adolescent Psychiatric Nursing, 29-40.

Leave a Reply